Jumat, 31 Agustus 2012

Pemerintahan

Pemerintahan
Semua tentang pemerintahan
Posted on september 01 2012 by aliffaliramadhan
Pemerintahan sebagai sekumpulan orang-orang yang mengelola kewenangan-kewenangan, melaksanakan kepemimpinan dan koordinasi pemerintahan serta pembangunan masyarakat dari lembaga-lembaga dimana mereka ditempatkan.

Pemerintahan merupakan organisasi atau wadah orang yang mempunyai kekuasaaan dan lembaga yang mengurus masalah kenegaraan dan kesejahteraan rakyat dan negara.

Government dari bahasa Inggris dan Gouvernment dari bahasa Perancis yang keduanya berasal dari bahasa Latin, yaitu Gubernaculum, yang berarti kemudi, tetapi diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Pemerintah atau Pemerintahan dan terkadang juga menjadi Penguasa.

Pemerintahan dalam arti luas adalah segala kegiatan badan-badan publik yang meliputi kegiatan legislatif, eksekutif dan yudikatif dalam usaha mencapai tujuan negara. Pemerintahan dalam ari sempit adalah segala kegiatan badan-badan publik yang hanya meliputi kekuasaan eksekutif. (C.F. Strong)

Pengertian Pemerintahan dalam arti luas adalah segala urusan yang dilakukan oleh Negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya dan kepentingan Negara sendiri; jadi tidak diartikan sebagai Pemerintah yang hanya menjalankan tugas eksekutif saja, melainkan juga meliputi tugas-tugas lainnya temasuk legislatif dan yudikatif.

Pemerintahan adalah lembaga atau badan public yang mempunyai fungsi dan tujuan Negara, sedangkan pemerintahan adalah lembaga atau badan-badan publik dalam menjalankan fungsinya untuk mencapai tujuan Negara (Ermaya Suradinata)

Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Ada beberapa definisi mengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-macam jenis pemerintahan di dunia. Sebagai contoh: Republik, Monarki / Kerajaan, Persemakmuran (Commonwealth). Dari bentuk-bentuk utama tersebut, terdapat beragam cabang, seperti: Monarki Konstitusional, Demokrasi, dan Monarki Absolut / Mutlak 


Militer

Semua tentang Militer

Post on September 01 2012 by aliffaliramadhan
Akademi militer adalah nama lain untuk sekolah militer. Mereka terutama untuk remaja tetapi beberapa Akademi mengambil siswa yang lebih muda. Ada Akademi untuk anak laki-laki dan perempuan dan beberapa lembaga-lembaga sejenis tunggal. Tetapi Akademi militer tidak untuk stan setiap siswa. Bahkan, dalam beberapa hal, mereka ketat. Murid potensial dengan catatan kriminal atau masalah kesehatan serius kemungkinan besar tidak akan diterima. Pada kenyataannya setiap murid yang tidak ingin menghadiri akan kecewa dari menerapkan. Orang tua yang mempunyai anak dengan masalah kesehatan atau perilaku dapat menemukan sekolah alternatif dan sesuai untuk remaja mereka. Akademi militer sangat bangga dalam reputasi sebagai penyedia program kelas akademik, outdoor pendidikan, seni dan pertumbuhan pribadi. Akademi siswa mengenakan seragam, memiliki susunan mematuk dalam tubuh siswa, mengambil latihan dan parade dan harus mematuhi perintah dari staf. Disiplin ini sangat penting dalam semua Akademi. Bahkan banyak orangtua Kirim mereka putra atau putri sebuah akademi militer karena kebijakan disiplin. Siswa menemukan mereka menghargai aturan, mengetahui apa yang mereka bisa dan Cana€ ™ t melakukan dan bangga ketika mereka mencapai sukses. Kegagalan untuk mengikuti perintah mengakibatkan hukuman dan pembangkangan serius berarti mahasiswa diusir. Karena ukuran kelas kecil dan anggota staf sangat berkualitas dan berpengalaman dan karena periode studi tambahan wajib dan diawasi, mahasiswa di Akademi militer cenderung untuk melakukannya dengan sangat baik dengan studi akademis. Sangat baik siswa unggul dan rata-rata siswa meningkatkan. Ada catatan baik lulusan mendapatkan tempat di sangat dihormati college atau universitas. Tapi itu tidak hanya sisi akademis Akademi militer yang sangat dihargai. Musik dan drama, olahraga dan outdoor pendidikan diberikan prioritas juga. Dengan tepat 24/7 pengawasan dan program makan seimbang dan bergizi, siswa diberi setiap kesempatan untuk menjadi sehat dan bahagia. Ada juga biasa dan rinci komunikasi antara academy dan orang tua siswa. Pemantauan konstan kemajuan mereka dilakukan dan orang tua terus diberi informasi tentang kemajuan anak-anak mereka. Banyak orangtua percaya biaya mengirimkan anak-anak mereka ke Akademi militer bernilai setiap sen. Tujuan juga adalah untuk mempersiapkan orang-orang muda kehidupan setelah sekolah. Beberapa mungkin ingin masuk militer dan menghadiri Akademi militer adalah persiapan sempurna untuk Karir militer. Persahabatan abadi yang dibuat antara siswa yang menghadiri Akademi militer yang sama. Sekolah mendorong persahabatan dan ramah persaingan dalam olahraga dan kegiatan sekolah. Salah satu manfaat besar adalah pengembangan keterampilan kepemimpinan dalam tubuh siswa. Siswa yang menantang dan diberikan kesempatan untuk tumbuh sebagai individu dan menjadi independen. Ini adalah keterampilan hidup pada nilai. Kepercayaan diri dan rasa tinggi harga diri dikembangkan dalam setiap siswa. Mereka lulus dengan catatan akademik yang kuat dan tujuan dalam hidup. Banyak orang tua khawatir tentang bahaya ditawarkan untuk remaja hari ini tetapi mengambil rasa bangga di prestasi mereka putra atau putri yang unggul di Akademi militer. Jika Anda mencari untuk menemukan informasi lebih lanjut tentang sekolah militer dan lingkungan, memeriksa anak-anak sekolah militer. Atau jika Anda memerlukan saran ahli pada apa program terbaik untuk remaja Anda mengisi formulir ini online.

Pendidikan

SEMUA TENTANG PENDIDIKAN

1. Perbandingan sistem pendidikan tradisional dengan modern
(Kajian Sistem Pendidikan di Negara Jepang dan Amerika)
Jepang membuat kejutan baru. Kali ini berkaitan dengan sistem dan prestasi di bidang pendidikan. Banyak pengamat pendidikan dan pembangunan di Amerika Serikat melihat bagaimana sistem pendidikan di Jepang telah berhasil mencetak tenaga kerja dengan semangat, motivasi dan watak yang “pas” bagi pembangunan. Sebagai suatu masyarakat yang sepenuhnya mengakui peran pendidikan dalam pembangunan, para ahli di A.S. mulai menengok sistem pendidikan di Jepang, sekaligus mengevaluasi sistem pendidikan di,A.S. sendiri. Maka dibentuklah team Jepang dan A.S. yang bertugas untuk mengevaluasi pertemuan antara Reagan dan Nakasone pada tahun 1983. Pada tanggal 4 Januari tahun 1987, secara serentak di kedua lbu Kota negara diumumkan hasil kerja team tersebut.
Team Amerika Serikat mengumumkan 128 halaman laporan yang oleh seorang pejabat di kantor pendidikan di Washington disebut sebagai suatu potret sistem pendidikan yang canggih. Dalam laporan tersebut, sebagaimana dikutip oleh Newsweek, 12 Januari 1987, dikemukakan bahwa murid-murid di Jepang diperkirakan mempunyai IQ yang tinggi, buta huruf sudah tidak dikenal lagi. Di samping itu berdasarkan tes yang telah distandardisir secara internasional ternyata murid-murid SMA di Jepang memiliki skore di bidang matematik dan sain lebih tinggi dari pada murid-murid SMA di A.S. Tambahan lagi, penelitian ini mempertebal keyakinan para pengamat bahwa pendidikan di Jepang telah memainkan peran yang penting dan sangat menentukan dalam pembangunan ekonomi negara pada dua puluh lima tahun terakhir ini.
A. Antara Menghafal dan Berfikir
Dimana letak kehebatan sistem pendidikan di Jepang ? Para ahli dan pengamat pendidikan boleh kecewa. Ternyata sistem pendidikan Jepang, kalau dilihat dengan kacamata teori pendidikan barat, bisa dikategorikan sebagai suatu sistem pendidikan tradisional. Pemerintah pusat memegang kontrol pendidikan, termasuk menentukan kurikulum yang berlaku secara nasional baik bagi sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Pengajaran menekankan hafalan dan daya ingat untuk menguasai materi pelajaran yang diberikan. Materi pelajaran diarahkan agar murid bisa lulus ujian akhir atau test masuk ke sekolah lebih tinggi, tidak mengembangkan daya kritis dan kemandirian murid. Semua murid diperlakukan sama, tidak ada treatment khusus untuk murid yang tertinggal.
Sekolah menekankan pada diri murid sikap hormat dan patuh kepada guru dan sekolah. Dengan singkat sistem pendidikan Jepang dapat dikatakan suatu sistem pendidikan yang “kaku, seragam dan tiada pilihan bagi anak didik”. Di fihak lain, sebanyak 78 halaman laporan team Jepang antara lain menyatakan pujiannya atas fleksibilitas sistem pendidikan Amerika Serikat. Di samping itu, juga disebut dan bahwa meski anak didik di Jepang memiliki prestasi lebih tinggi dari pada prestasi anak Amerika, namun hal itu dicapai dengan pengorbanan yang tidak ringan. Antara lain murid-murid di Jepang tidak bisa “menikmati” enaknya sekolah.
Sebab dari waktu ke waktu anak didik di Jepang dikejar-kejar oleh pekerjaan rumah, ulangan dan ujian. Hasilnya murid-murid Amerika lebih independent dan innovative dalam berfikir, dan juga sudah barang tentu lebih bahagia dibandingkan dengan anak-anak didik di Jepang. Namun demikian, kuranglah tepat kalau secara tegas ditarik kesimpulan bahwa sistem pendidikan yang menekankan disiplin dan hafalan serta daya ingat sebagaimana yang diterapkan di Jepang lebih hebat dari pada sistem pendidikan yang menekankan kebebasan, kemandirian dan kreatifitas individual sebagaimana yang diterapkan di Amerika Serikat.
Dibalik sistem pendidikan di Jepang yang kaku dan seragam tersebut sebenarnya ada beberapa hal yang patut dicatat. Pertama, dengan menegakkan disiplin patuh terhadap guru dan sekolah menyebabkan anak didik di Jepang secara riil menggunakan waktu sekolah lebih besar dari pada anak-anak sekolah di Amerika Serikat. Kedua, sistem pendidikan di Jepang telah berhasil melibatkan orang tua anak didik dalam pendidikan anak-anaknya. lbu, khususnya senantiasa memperhatikan, memberikan pengawasan dan bantuan belajar kepada anak-anaknya. Tambahan lagi, lbu-ibu ini terus secara berkesinambungan membuat kontak dengan para guru. Ketiga, di luar sekolah berkembang kursus-kursus yang membantu anak didik untuk mempersiapkan ujian atau mendalami mata pelajaran yang dirasa kurang. Keempat, status guru dihargai dan gaji guru relatif tinggi. Hal ini mengakibatkan pekerjaan guru mempunyai daya tarik.
Di fihak lain, pendidikan di Amerika tidaklah sebagaimana digambarkan orang, dimana anak didik mempunyai kesempatan yang luas untuk mengembangkan kreatifitasnya. Penelitian nasional yang dilakukan oleh Goodlad yang kemudian diterbitkan menjadi buku yang berjudul “A Place called school” ternyata menunjukkan sesuatu yang lain. Antara lain disebutkan ternyata hanya sekitar 5 % dari waktu jam pelajaran yang digunakan untuk berdiskusi. Sebagian besar waktu, sekitar 25 % untuk mendengarkan keterangan guru, sekitar 17 % waktu untuk mencatat dan sisa waktu yang lain untuk praktek, mempersiapkan pekerjaan dan test. Jadi dengan kata lain, sistem pendidikan di Amerika tidak sepenuhnya berjalan sebagaimana dicita-citakan para ahli.
B. Kiblat Pendidikan
Membaca laporan kedua team di atas, setidak-tidaknya memberikan nuansa baru. Yakni bahwa sistem pendidikan untuk suatu bangsa harus sesuai dengan falsafah dan budayanya sendiri. Mengambil alih suatu sistem atau gagasan dibidang pendidikan dari bangsa lain harus dikaji penerapannya dengan latar belakang budaya yang ada. Sebagai contoh, sekarang ini dunia pendidikan Indonesia sedang dilanda semangat untuk mengetrapkan sistem pengajaran yang menekankan “proses”, dengan metode pengajaran yang disebut “Inquiry Teaching Method”. Metode ini sangat ampuh untuk meningkatkan critical thinking anak didik. Tapi dalam praktek metode ini sulit untuk bisa diterapkan di kelas kelas di Indonesia. Mengapa ? Sebab metode ini menuntut adanya suasana yang bebas di kelas dan anak didik memiliki semangat untuk mencari kebenaran dan keberanian untuk mengutarakan gagasannya. Dan hal ini yang belum dimiliki oleh kelas-kelas dinegara kita. Oleh karena itu gagasan menerapkan metode inquiry perlu didahului mengembangkan kondisi-kondisi yang diperlukan. Misalnya dengan mulai menerapkan di tingkat sekolah dasar kelas satu. Atau, malahan sebaliknya, lebih baik memantapkan pelaksanaan pengajaran dengan metode yang sudah dikenal tetapi sebenarnya belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebagaimana yang pernah penulis temui pada suatu pertemuan dengan guru-guru sekolah menengah yang menyatakan “Apakah tidak sebaiknya kita mencoba untuk mengembangkan bagaimana cara mengajarkan dengan metode ceramah yang efektif, dari pada menggunakan metode baru yang masih sangat asing ?” Nampaknya, kiblat pendidikan tidak hanya Amerika Serikat, kita perlu berkiblat juga ke Jepang dalam rangka menyusun dan mengembangkan sistem pendidikan yang cocok dengan falsafah dan budaya Indonesia.